PPT BAB 9 ALAT-ALAT PENDIDIKAN ISLAM

 BAB 9 

ALAT-ALAT PENDIDIKAN ISLAM

A. Pengertian Alat Pendidikan Islam

Alat pendidikan Islam adalah segala sesuatu yang digunakan untuk membantu mencapai tujuan pendidikan Islam. Dalam konteks ini, alat bukan hanya benda (seperti buku atau papan tulis), tetapi juga bisa berupa metode, pendekatan, bahasa, dan tindakan.

Prinsip Umum:

  • Alat harus sesuai dengan tujuan.

  • Jika tujuan pendidikan itu wajib, dan tidak mungkin tercapai tanpa alat tertentu, maka alat itu juga menjadi wajib hukumnya.
    Ini sesuai dengan kaidah fiqih:
    “Mā lā yatimmu al-wājibu illā bihi fa huwa wājib”
    (Sesuatu yang tanpanya kewajiban tidak bisa terlaksana, maka hal itu juga menjadi wajib)

Contoh:

  • Jika menyampaikan ilmu agama (tujuan wajib) tidak bisa dilakukan tanpa papan tulis atau media presentasi, maka penggunaan alat itu juga bernilai wajib.

Dalam Islam, tujuan pendidikan adalah suci (mendidik iman, akhlak, dll). Maka alat-alat yang digunakan juga harus bernilai suci, baik, dan halal. Kaidah ushul fiqih:

"Lil-wasā’il ḥukmu al-maqāṣid"
(Hukum alat mengikuti hukum tujuan)

  • Tidak boleh menggunakan kekerasan atau paksaan dalam mengajak kepada Islam.
    Karena Allah berfirman:
    “Tidak ada paksaan dalam agama” (Q.S. Al-Baqarah: 256)
    “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik” (Q.S. An-Nahl: 125)


  • Tidak boleh menggunakan seni, musik, atau gambar yang tidak senonoh dalam rangka mendidik, karena itu bertentangan dengan kesucian tujuan pendidikan Islam.

Nabi Saw. juga menunjukkan bagaimana cara menyampaikan pendidikan yang tetap sopan dan terjaga nilainya. Dalam kisah yang disebutkan:

  • Ada seorang wanita yang bertanya tentang cara bersuci setelah haid.

  • Nabi tidak menggunakan bahasa vulgar.

  • Beliau memberikan jawaban secara halus dan sopan, bahkan ketika wanita itu tidak langsung memahami, Aisyah pun ikut membantu menjelaskan dengan tetap menjaga etika.

Kesimpulan : 

Dalam pendidikan Islam, alat atau sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan harus selaras dengan nilai dan hukum tujuan itu sendiri — yaitu suci, halal, dan mendidik. Tidak boleh memakai cara atau alat yang bertentangan dengan ajaran Islam, walaupun tujuannya baik.


B. Fungsi Alat Pendidikan

1. Alat sebagai Perlengkapan (Pelengkap, Tidak Mutlak)

Ada alat yang bisa membantu proses pendidikan, tetapi tidak wajib ada. Tanpa alat ini pun pendidikan tetap bisa berjalan.

Contoh:

  • Kursi atau meja. Tanpa kursi, belajar bisa dilakukan sambil duduk di lantai.

  • Proyektor atau papan tulis elektronik. Tanpa itu pun guru tetap bisa mengajar secara lisan.

Artinya, alat seperti ini tidak menentukan berlangsungnya pendidikan. Ia hanya pelengkap.

2. Alat sebagai Pembantu (Mempermudah Proses)

Ada alat yang berfungsi mempermudah usaha mencapai tujuan pendidikan. Meskipun tanpa alat itu masih bisa dilakukan, tapi prosesnya akan lebih sulit atau lama.

Analogi yang diberikan:

  • Menyeberangi sungai bisa dengan berbagai cara:

    • Perahu (lebih mudah tapi butuh alat),

    • Jembatan (lebih cepat),

    • Berenang (bisa, tapi sulit dan berisiko).

Dalam pendidikan:

  • Buku, papan tulis, media audio-visual membantu menyampaikan pelajaran secara lebih efektif dan menarik.

Alat ini tidak mutlak wajib, tapi sangat membantu kelancaran dan efektivitas proses belajar.

3. Alat sebagai Tujuan

Kadang-kadang, alat itu sendiri menjadi bagian dari tujuan pendidikan. Dalam kasus ini, alat menjadi kebutuhan inti dalam pendidikan.

Contoh dalam pendidikan Islam:

  • Tujuan: Siswa bisa membaca kitab kuning (kitab klasik Islam).

  • Untuk itu, siswa harus menguasai ilmu nahwu-sharaf (alat bantu yang juga jadi tujuan belajar).

  • Maka, ilmu nahwu-sharaf bukan hanya alat bantu, tapi juga menjadi target kompetensi yang harus dicapai.

Dalam hal ini, alat bukan sekadar pembantu, tapi bagian dari hasil akhir yang diinginkan.

Kesimpulan : 

Fungsi alat dalam pendidikan Islam bisa bermacam-macam:

  • Sebagai pelengkap (boleh ada, boleh tidak),

  • Sebagai pembantu untuk mempermudah proses mencapai tujuan,

  • Bahkan sebagai tujuan itu sendiri jika alat tersebut merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai.

C. Macam-Macam Alat Pendidikan 


1. Alat-Alat Material (Wasa’ith al-Tarbiyah / الوسائط التربوية)

Artinya: alat fisik atau orang yang punya pengaruh dalam pendidikan secara nyata.

Contohnya:

  • Masjid, madrasah, guru, keluarga
    → Semua ini adalah tempat dan orang yang langsung terlibat dalam mendidik.

Ini disebut juga "perangkat keras" (hardware) karena bentuknya nyata, bisa disentuh, dilihat, atau dirasakan secara fisik.

2. Alat-Alat Maknawi-Psikis (Wasā’il/Asālīb al-Tarbiyah / وسائل التربية أو أساليب التربية)

Artinya: cara atau metode yang menyentuh jiwa dan akal anak didik, bukan benda fisik.

Contohnya:

  • Metode bercerita, metode dialog, keteladanan
    Ini adalah pendekatan-pendekatan mendidik yang tidak terlihat secara fisik tapi sangat berpengaruh secara batin dan akhlak.

Ini disebut "perangkat lunak" (software) karena sifatnya non-fisik, tetapi berpengaruh terhadap kepribadian dan moral anak didik.


RINCIAN PERANGKAT KERAS (HARDWARE)

  1. Media Tulis/Cetak
    Misalnya: Al-Qur'an, Hadis, buku Fikih, Sejarah.

  2. Benda Alam
    Seperti manusia, hewan, tumbuhan, benda padat/cair. Semua bisa dijadikan alat pendidikan lewat pengamatan dan penghayatan.

  3. Gambar, Diagram, Peta, Grafik
    Bisa digunakan di buku teks atau papan tulis untuk visualisasi pelajaran.

  4. Gambar Proyeksi/Media Visual
    Foto, slide, video, film, TV – baik yang bersuara maupun tidak.

  5. Alat Audio
    Kaset, radio, tape recorder – digunakan untuk menyampaikan pelajaran, termasuk nilai-nilai agama secara suara.

RINCIAN PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE)

  1. Tingkah Laku / Keteladanan

    • Anak mudah meniru. Jadi guru/orangtua harus menjadi contoh yang baik.

    • Dalil:
      "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik." (Al-Ahzab: 21)

  2. Anjuran atau Perintah

    • Guru/orangtua memberi arahan tentang perbuatan baik yang harus dilakukan.

    • Dalil:
      "Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan." (Al-Maidah: 2)

  3. Larangan

    • Melarang perbuatan yang salah atau merugikan.

    • Dalil:
      "Dan janganlah berjalan di bumi ini dengan sombong." (Al-Isra: 37)
      "Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi." (HR. Muslim)

  4. Hukuman

    • Untuk memberikan efek jera agar tidak mengulangi kesalahan.

    • Dalil:
      "Orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina." (Al-Mu’min: 60)

Kesimpulannya

Dalam pendidikan Islam:

  • Ada alat yang berbentuk fisik (bangunan, buku, media, manusia), disebut hardware.

  • Ada alat yang bersifat psikologis-spiritual (keteladanan, metode ajar, anjuran, larangan), disebut software.
    Keduanya saling melengkapi untuk mencapai tujuan pendidikan yang menyeluruh: fisik, akal, dan hati.


D. Manfaat Alat dalam Pendidikan Islam 

Betapa pentingnya alat-alat pendidikan dalam sejarah dan perkembangan pendidikan Islam, mulai dari masa Nabi Muhammad SAW hingga zaman pertengahan Islam. Alat-alat ini mencakup tempat, sarana fisik, dan bahan ajar yang digunakan untuk memperlancar proses pendidikan dan mempertinggi mutu pengajaran.

  1. Kesadaran Tokoh Pendidikan Islam Terhadap Alat Pendidikan

    • Tokoh-tokoh pendidikan Islam sejak awal sudah memahami pentingnya alat pendidikan, meskipun pada awalnya masih sangat sederhana.

    • Alat ini mulai dari tempat seperti rumah dan masjid, hingga berkembang menjadi madrasah dengan fasilitas lengkap seperti perpustakaan, kamar mandi, dapur, dan rumah sakit.

  2. Perkembangan Tempat Belajar

    • Pada awal Islam, tempat belajar adalah rumah (misalnya rumah Rasulullah SAW dan rumah Arqam bin Abi Arqam).

    • Namun karena rumah bukan tempat yang cocok untuk kegiatan belajar yang kadang ramai, tempat belajar dipindahkan ke masjid.

    • Di Indonesia, sistem pesantren meniru konsep ini: belajar di tempat ibadah atau tempat yang memang disediakan khusus.

  3. Contoh Institusi Pendidikan Islam yang Berkembang

    • Masjid Al-Azhar di Kairo, Mesir: Didirikan oleh Jauhar al-Tsaqili, berkembang menjadi pusat pendidikan Islam terkenal.

    • Masjid Al-Manshur di Baghdad dan Masjid Umayyah di Damaskus: Digunakan sebagai tempat pengajaran ilmu agama dan ilmu lainnya.

    • Darul Hikmah di Baghdad dan Darul Ilmi di Kairo: Menjadi pusat penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab dan tempat belajar filsafat, sains, dan pengetahuan lain.

    • Madrasah Nizamiyah: Salah satu madrasah paling terkenal pada zaman pertengahan, dilengkapi dengan perpustakaan besar, pemandian, dan rumah sakit.

  4. Perpustakaan dan Buku Sebagai Alat Pendidikan

    • Umat Islam sangat mementingkan perpustakaan dan koleksi buku.

    • Hal ini menunjukkan bahwa mereka sadar betul bahwa bahan bacaan dan alat pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar.

Kesimpulan : 

Penjelasan ini ingin menunjukkan bahwa alat-alat pendidikan — baik berupa tempat, buku, metode, maupun fasilitas — adalah komponen penting dalam sejarah pendidikan Islam. Dari masa Rasulullah hingga zaman keemasan Islam, umat Islam selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan alat-alat yang lebih baik. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kemajuan pemikiran dalam dunia pendidikan Islam.



E. Gedung Sekolah

Gedung sekolah memang penting sebagai penunjang pendidikan, tetapi jangan sampai penampilan fisik sekolah justru menjadi fokus utama yang menyesatkan tujuan pendidikan. Tujuan utama belajar adalah menuntut ilmu (thalab al-‘ilm), bukan sekadar mencari sekolah yang mewah atau bergengsi (thalab al-madrasah).

Penjelasan :

  1. Perhatian Berlebihan pada Fisik Sekolah

    • Banyak orang menilai sekolah dari penampilan fisiknya, seperti bangunan megah atau fasilitas modern.

    • Hal ini kadang menyebabkan kesalahpahaman, seolah-olah sekolah yang bagus pasti menjamin prestasi, padahal yang lebih penting adalah kualitas pembelajaran dan semangat belajar.

  2. Perbedaan antara Thalab al-‘Ilm dan Thalab al-Madrasah

    • Thalab al-‘Ilm = menuntut ilmu secara ikhlas dan sungguh-sungguh, untuk meraih pengetahuan dan manfaat.

    • Thalab al-Madrasah = mencari sekolah demi status sosial atau gengsi semata, bukan untuk mencari ilmu yang bermanfaat.

  3. Namun Gedung Sekolah Tetap Penting

    • Penulis tidak mengabaikan pentingnya gedung sekolah, selama tujuannya memang untuk menunjang proses belajar-mengajar, bukan sekadar untuk pamer.

    • Beberapa aspek fisik yang harus diperhatikan dalam gedung sekolah agar mendukung kegiatan belajar:

      • Penerangan alami dari cahaya matahari untuk kenyamanan membaca dan menulis.

      • Sirkulasi udara yang baik, agar ruang kelas tidak pengap.

      • Ukuran kelas yang memungkinkan siswa melihat papan dan mendengar guru dengan jelas.

      • Meja dan kursi yang luwes dan bisa digunakan untuk keperluan lain (rapat, diskusi).

      • Papan tulis yang sesuai dan tidak menyilaukan.

      • Letak gedung sekolah yang jauh dari gangguan kebisingan seperti jalan raya atau pasar, agar proses belajar tidak terganggu.

Kesimpulan : 

Gedung sekolah memang penting, tapi jangan sampai lebih mementingkan tampilan fisik sekolah dibandingkan tujuan sejati pendidikan, yaitu menuntut ilmu. Gedung hanyalah sarana penunjang, bukan tujuan akhir. Maka, kualitas pembelajaran, guru, dan semangat belajar tetap lebih utama daripada kemewahan bangunan.


 F. Perpustakaan:

Perpustakaan adalah simbol penting dari perhatian manusia—khususnya dalam Islam—terhadap ilmu pengetahuan dan budaya membaca. Dalam sejarah Islam, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat peradaban ilmu dan pembelajaran.

Penjelasan :

  1. Perpustakaan sebagai Wujud Kepedulian terhadap Ilmu

    • Perpustakaan menunjukkan keseriusan manusia dalam menjaga, menyebarkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

    • Ini sesuai dengan semangat Islam, yang sejak wahyu pertama sudah menekankan pentingnya membaca (dalam surat Al-‘Alaq: Iqra’ = Bacalah).

  2. Islam dan Tradisi Perpustakaan

    • Sejak awal, Islam mendorong pembentukan perpustakaan.

    • Tujuannya adalah untuk:

      • Mendorong ulama dan pelajar agar gemar membaca dan meneliti.

      • Menyalin kitab-kitab berharga, agar tidak hilang atau rusak dimakan waktu.

      • Menerjemahkan kitab-kitab dari bahasa asing untuk memperkaya khazanah keilmuan umat Islam.

  3. Warisan Kitab Pendidikan Islam

    • Disebutkan berbagai kitab klasik tentang pendidikan sebagai bukti Islam sangat peduli dengan ilmu dan pendidikan, antara lain:

      • Ta’lim al-Muta’allim karya Imam al-Zarnuji.

      • Ahkam al-Mu’allimin wa al-Muta’allimin oleh Muhammad bin Zayd dan al-Qabisi.

      • Adab al-Mu’allimin oleh Ibnu Shanun, dll.

    • Kitab-kitab ini berfungsi seperti buku-buku rujukan di perpustakaan masa kini.

  4. Standar Perpustakaan

    • Sebuah perpustakaan yang baik dalam pendidikan Islam seharusnya memiliki:

      • Isi perpustakaan yang lengkap: buku referensi, buku teks, surat kabar, majalah, gambar, peta, dll.

      • Ruang yang nyaman dan tata tertib agar pengguna bisa belajar dengan tenang.

      • Petugas perpustakaan yang membantu siswa atau pengunjung dalam mencari dan menggunakan bahan bacaan.

Kesimpulan :

Perpustakaan bukan hanya pelengkap sekolah, tetapi bagian inti dari sistem pendidikan Islam yang menunjukkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan budaya membaca. Sejak dulu, Islam telah mencontohkan pentingnya membangun perpustakaan untuk mendidik umat. Oleh karena itu, dalam pendidikan Islam modern, perpustakaan harus dikembangkan secara serius agar fungsi utamanya sebagai pusat belajar tetap berjalan optimal.



G. Alat Peraga:

Alat peraga (media instruksional) adalah alat bantu dalam proses pembelajaran yang digunakan guru untuk memberikan penjelasan yang konkret kepada siswa. Tujuannya adalah mempermudah pemahaman, memperkaya pengalaman belajar, dan meningkatkan mutu pengajaran.

Penjelasan : 

  1. Apa itu Alat Peraga?

    • Alat peraga atau media instruksional adalah alat bantu visual atau fisik yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar.

    • Fungsinya adalah menggambarkan secara konkret materi pelajaran yang mungkin bersifat abstrak jika hanya dijelaskan dengan kata-kata.

    • Contoh: globe untuk pelajaran geografi, model jantung untuk pelajaran biologi, atau gambar/diagram untuk pelajaran matematika dan agama.

  2. Fungsi-Fungsi Alat Peraga:

    • Mempermudah guru:

      • Alat ini membantu guru menyampaikan pelajaran dengan lebih efektif dan efisien.

      • Dengan bantuan visual, guru tidak perlu menjelaskan berulang kali.

    • Mempermudah siswa:

      • Siswa lebih mudah memahami materi karena bisa melihat secara langsung atau melalui simulasi nyata.

      • Alat peraga memperkaya pengalaman belajar, karena tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat dan kadang menyentuh langsung.

      • Hal ini membantu siswa dalam membentuk pemahaman yang lebih mendalam dan konkret.

    • Meningkatkan profesionalisme guru:

      • Guru yang menggunakan alat peraga biasanya akan lebih terlibat dalam merancang pembelajaran yang menarik dan bermutu.

      • Ini bisa mendorong guru untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pengajarannya.

Kesimpulan :

Alat peraga adalah komponen penting dalam proses pembelajaran. Ia berfungsi sebagai jembatan antara materi yang abstrak dan pemahaman konkret siswa. Dengan adanya alat peraga:

  • Guru menjadi lebih mudah dan profesional dalam mengajar.

  • Siswa lebih cepat dan dalam memahami pelajaran.

  • Pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan tidak membosankan.

Jadi, alat peraga bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari strategi pendidikan yang baik.


H. Memilih Alat Pendidikan

Alat pendidikan bukan sekadar media atau benda yang digunakan dalam proses belajar-mengajar, tetapi harus dipilih secara bijak, disesuaikan dengan tujuan pendidikan, kondisi peserta didik, waktu, tempat, serta kemampuan guru dalam menggunakannya.

Penjelasan :

  1. Tujuan yang hendak dicapai

    • Tujuan pendidikan adalah hal utama dalam memilih alat. Jangan sampai alat menjadi pusat perhatian dan tujuannya terlupakan.

    • Alat hanyalah sarana, dan sarana harus mengikuti tujuan, bukan sebaliknya.

    • Jika alat tidak mendukung tercapainya tujuan, maka tidak ada gunanya meskipun canggih atau mahal.

  2. Perencanaan

    • Memilih dan mengadakan alat pendidikan harus direncanakan dengan matang.

    • Tanpa perencanaan, bisa terjadi pemborosan anggaran atau alat yang tidak relevan.

    • Tahapannya: pertama buat rencana (apa yang dibutuhkan, mengapa, dan bagaimana menggunakannya), lalu cari dananya.

  3. Alat yang tersedia

    • Pendidikan tidak harus memakai alat mahal atau modern.

    • Bahkan alat-alat sederhana yang ada di rumah atau sekolah bisa digunakan asalkan mendukung proses belajar.

    • Kreativitas guru sangat penting di sini.

  4. Pengguna alat

    • Alat tidak akan berguna jika gurunya tidak tahu cara menggunakannya.

    • Jadi penting memastikan bahwa guru mampu dan terampil memakai alat tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

  5. Murid

    • Alat pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi murid, seperti:

      • Umur

      • Bakat

      • Tingkat perkembangan

      • Jenis kelamin

      • Lingkungan tempat tinggal

    • Salah memilih alat bisa menyebabkan pelajaran tidak efektif atau justru menimbulkan kebingungan.

  6. Ruang

    • Tempat belajar juga menentukan jenis alat yang digunakan.

    • Belajar di kelas tentu beda dengan di lapangan.

    • Lingkungan pedesaan mungkin membutuhkan pendekatan berbeda dengan lingkungan perkotaan.

    • Jadi, alat harus sesuai dengan kondisi ruang dan lokasi.

  7. Waktu

    • Alat pendidikan juga harus disesuaikan dengan waktu pelajaran.

    • Misalnya, di siang hari yang panas dan membuat lelah, alat atau materi berat sebaiknya dihindari, karena siswa tidak fokus.

    • Hadits yang disampaikan menekankan bahwa frekuensi dan waktu pemberian pelajaran juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kebosanan.

    • Nabi Saw sendiri mengatur waktu memberi pelajaran kepada sahabatnya agar tetap semangat dan tidak bosan.

Kesimpulan: 

Memilih alat pendidikan tidak boleh sembarangan. Harus memperhatikan:

  • Tujuan pendidikan

  • Perencanaan yang matang

  • Sumber daya yang tersedia

  • Kompetensi guru

  • Kondisi murid

  • Ruang belajar

  • Waktu belajar

Jika semua itu diperhatikan, maka alat pendidikan akan benar-benar berfungsi dengan baik, membantu mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, bukan menjadi beban atau alat yang mubazir.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PPT BAB 12 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

MATERI KULIAH: SUMBER PENDIDIKAN ISLAM

PPT BAB 1: ILMU PENDIDIKAN ISLAM